Sangoguna:Yasanto Lase

Moroi ba Wiktionary
Ae ba navigasi Ae ba wangalui

Sekilas Profil

Nama saya YASANTO LASE, berasal dari Komunitas Bahasa Daerah Nias/Li Niha. Bergabung di proyek Wiki belum lama, dan begitu tertarik dengan berbagai kegiatannya. Namun, keluh kesah bagi setiap kami kontributor sangatlah variatif. Misalnya di Bahasa daerah Nias yang masih berada di Incubator, sungguh tantangan besar bagi kami untuk tetap konsisten dalam memperjuangkan bagaimana bahasa daerah ini bisa bertahan ditengah era kemajuan yang begitu pesat dan berharap akan muncul teman-teman yang terpanggil untuk ikut ambil bagian dengan harapan bisa mempertahankan atau melestarikan bahasa ini agar tidak mengalami kepunahan, hanya karena berkurangnya penutur aktif.

Harapan

Saya secara pribadi sangat berharap kontributor aktif akan terus bertambah, dan tidak sekedar menjadi kontributor tapi setidaknya memulai berkontribusi bagi perkembangan wikipedia bahasa daerah Nias ini. Dan juga kepada pengurus Wikipedia Indonesia agar terus mengadakan acara walaupun daring karena keadaan COVID 19 yang melanda untuk memberi dorongan kepada seluruh kontributor. Seperti contoh temu daring bulanan dari pengurus Wikipedia Indonesia, ini sangat membantu adanya tema-tema yang diangkat, sehingga kami dari komunitas bahasa daerah mendapatkan kesempatan baik dengan materi yang ada, untuk memperkaya wikipedia bahasa daerah itu sendiri. Dan sangat bermanfaat. Di tanggal 7 Nopember 2020 kemarin ada membahas Alutsista, walaupun beberapa menit acara tersebut yang ada di pikiran saya bahwa si Alutsista (Jadi malu,hahahaha) ini adalah seorang perempuan, karena kalau laki-laki pasti Alutbrota, hahaha. Emang geli sih, tapi lewat pertemuan itu memaksaku mencari informasi, dan akhirnya sayapun baru tau kalau Alutsista bukan laki-laki dan perempuan. Hahaha, melainkan dia itu adalah : alat utama sistem pertahanan. Inilah contoh kecil bagaimana manfaat secara langsung yang bisa kami dapatkan dari program tersebut, selain dapat materi dan sumber untuk menulis artikel di halaman incubator bahasa daerah kami.

Kendala

Kalau ditanya kendala, pastinya akan diuraikan satu persatu, namun tentu saya bukan representatif komunitas. Kendala yang sering saya alami selama bergabung dalam proyek wiki ini paling masalah koneksi internet, belum ada kendala yang berarti, hanya bila sedang mengikuti acara daring dan sejenisnya yang diadakan oleh pengurus wikipedia, sering dengan tiba-tiba mengalami gangguan signal provider internet. Kendala dalam hal menulis di bahasa daerah Nias, banyaknya kata yang sama, sehingga setiap kali mau menulis sesuatu, kami senantiasa share di grup komunitas tentang apa yang mau ditulis dan minta pendapat akan kata atau topik yang hendak di tulis tersebut. Ketika dirasa sudah memenuhi segala pengertian yang diharapkan maka mulailah ditulis. Tentu kalau sudah ada Kamus mungkin bisa lebih memudahkan, dan hal ini juga sedang berjalan satu arah, baik wiktionari maupun ensiklopedi sekalipun masih dalam inkubator.

Kendala Pribadi

Dalam hal menulis, tidak lepas juga dalam beberapa kendala kecil, seperti ketersediaan perangkat. Untuk menulis yang baik dan cepat cenderung menggunakan laptop atau pc (personal computer), tetapi bukanlah alasan bagi saya untuk menulis ketika alat tersebut tidak saya miliki. Sehingga perangkat yang sudah ada di maksimalkan seperti handphone. Walaupun ada banyak kendala dalam mengoperasikannya. Inilah kendala secara pribadi yang tidak bisa di mungkiri pasti ada saja kendala seperti ini.Hal lain yang tidak kalah penting adalah sambungan atau koneksi internet yang terkadang mengganggu, namun semangatlah yang bisa membuat kami tetap menyunting satu demi satu untuk perjuangan bahasa daerah Nias bisa segera keluar dari Inkubator.

Dan akhirnya tepat pada tanggal 11 Januari 2021, Bahasa Nias sudah keluar dari Inkubator dan sudah resmi di wikipedia[1] dan juga wiktionary Bahasa Nias[2]

Kendala di Komunitas

Untuk melakukan kegiatan secara bersamaan, kadang sangat sulit karena keterbatasan ruang dan waktu. Rekan, sahabat, keluarga yang ada di komunitas juga sangat sulit untuk bersama-sama walaupun pada perangkat daring. Semua beralasan, semua masuk akal, sehingga acara yang dilaksanakan sering kurangnya peserta. Daya tarik terhadap pelestarian bahasa daerah ini, belum sepenuhnya disadari betapa bahayanya bila tidak segera di lakukan sesuatu, ketika penutur semakin berkurang.

Referensi